Pelatihan Nasional Metode Iqro dan BCM Se-Provinsi NTB: Menguatkan Nilai Keagamaan Adalah Kunci Membendung Arus Globalisasi

Pelatihan Nasional Metode Iqro dan BCM Se-Provinsi NTB: Menguatkan Nilai Keagamaan Adalah Kunci Membendung Arus Globalisasi

Antusiasme masyarakat untuk belajar dan mendalami Al-Qur’an terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena positif ini, menurut Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Mataram, Zarkasyi, menjadi bukti bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya penguatan nilai keagamaan di tengah derasnya arus globalisasi. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka Pelatihan Nasional Metode Iqro serta Bermain, Cerita dan Menyanyi (BCM) bagi ustadz dan ustadzah se-Provinsi NTB yang digelar oleh LPPTKA BKPRMI NTB di Aula Lantai III Kantor Wali Kota Mataram, Sabtu (22/11/2025).

“Sekarang ini kita melihat kecenderungan masyarakat berkumpul di majelis taklim untuk mengikuti pengajian, kajian dan belajar Al-Qur’an. Ini adalah langkah yang sangat tepat untuk membendung arus globalisasi. Kembali kepada agama dan Al-Qur’an menjadi satu-satunya cara untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa,” ungkapnya.

Zarkayi berharap kehadiran Narasumber Nasional, Ustadz Wuntad Wawan Sembodo, dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi bekal luar biasa, baik dalam mendidik anak-anak kita di sekolah maupun di rumah,” tambahnya.

Zarkasyi menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki makna penting karena relevan dengan perintah pertama yang diterima Rasulullah SAW, yakni Iqra (bacalah).

“Ini momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas sebagai guru, sebagai ibu, dan sebagai orang tua. Membaca dan belajar adalah perintah dasar dalam Al-Qur’an, sehingga kegiatan ini sangat strategis,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum BKPRMI NTB, H. Jamaludin, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen menghadirkan pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang inovatif, menyenangkan, dan sesuai perkembangan anak.

“Pelatihan metode Iqro dan BCM bukan hanya fokus pada kemampuan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengajarkan metode kreatif yang dekat dengan dunia anak. Peserta diperkaya kemampuan mengajarkan huruf dan ayat Al-Qur’an secara sistematis, sekaligus dibekali metode BCM yang komunikatif, interaktif, dan penuh keceriaan,” ujarnya.

H. Jamaludin menambahkan bahwa peran guru Al-Qur’an sangat mulia, karena melalui tangan merekalah ayat-ayat suci dikenalkan, ditanamkan, dipahami, dan diamalkan oleh generasi Islam.

“Dengan pendekatan seperti ini, Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi diperkenalkan melalui pengalaman belajar yang hidup. Anak-anak akan lebih tertarik, bersemangat, dan memiliki kedekatan emosional dengan ayat-ayat Allah SWT sejak dini,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris LPPTKA BKPRMI NTB, Suzana, melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 220 peserta, terdiri dari guru TK, SD, MI, MTS, SMA, serta ustadz dan ustadzah TPQ se-NTB.

“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan standarisasi dalam pengajaran Al-Qur’an sehingga para guru, ustadz, dan ustadzah dapat menjadi tenaga profesional yang membimbing anak-anak di berbagai jenjang pendidikan maupun lembaga pengajian,” jelasnya.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter