Search Here

WALIKOTA MATARAM APRESIASI PENANGANAN KUMUH HASIL KOLABORASI

WALIKOTA MATARAM APRESIASI PENANGANAN KUMUH HASIL KOLABORASI

WALIKOTA MATARAM APRESIASI PENANGANAN KUMUH HASIL KOLABORASI

  • Diterbitkan Oleh: Bidang
  • |
  • Pada: Oct 09, 2020

Hari yang dinanti itu tiba juga, setelah melalui hearingdengan Walikota Mataram seminggu yang lalu, akhirnya Walikota Mataram Akhyar Abduh berkenan melakukan monitoring ke lokasi kegiatan skala lingkungan BPM Kotaku. Lokasi Kelurahan yang dikunjungi adalah Kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Hari itu, Jumat 9 Oktober 2020 pukul 08.00 Wita, Walikota yang didampingi istri tiba ke lokasi acara.


Disambut dengan musik tradisional Suku Sasak Gendang Beleq, menambah antusias Walikota beserta rombongan menuju tempat acara. Ada 3 acara besar yang akan diikuti, yaitu peresmian Keluharan Dasan Cermen sebagai Kelurahan Eduwisata berbasis kemandirian masyarakat dengan penandatangan prasasti oleh Walikota, pelepasan ikan koi di saluranyang berada di samping kantor Lurah Dasan Cermen dan monitoring meninjau hasil pelaksanaan kegiatan penataan lingkungan melalui dana BPM Kotaku tahun anggaran 2020. Hadir pula dalam acara itu kepala SKPD, Forkopimda lingkup Kota Mataram, Kepala Balai BPPW Provinsi NTB, Kepala Satker PPP, Team Leader OSP-05 NTB, Tim Korkot dan Fasilitator Kotaku.Dalam sambutannya, Kepala Balai BPPW Provinsi NTB, Ika Sri Rejeki menyatakan terima kasih atas apresiasi dan dukungan Pemerintah Kota Mataram dalam upaya penanganan kumuh, baik melalui kegiatan skala kawasan maupun kegiatan skala lingkungan.


Dimana Mataram pada tahun ini mendapatkan bantuan dana dalam rangka penanganan kawasan kumuh skala kawasan DAS Jangkuk dengan pagu anggaran 9 Milyar Rupiah yang berada di 3 Kelurahan, yaitu Kelurahan Ampenan Tengah, Pejeruk dan Kebun Sari. Disamping ada kegiatan skala lingkungan yang berlokasi di 7 Kelurahan, salah satunya Kelurahan Dasan Cermen dengan pagu dana 7 Milyar Rupiah. Dalam kesempatan itu, Sri Rejeki juga berharap agar penataan kumuh di kawasan DAS Jangkuk bisa dilanjutkandengan peran Pemerintah Kota Mataram untuk membebaskan lahan di sebelah selatan sungai Jangkuk agar bisa dilakukan penataan seperti yang saat ini sedang dilaksanakan.


Kepala Balai BPPW NTB Ika Sri Rejeki juga berharap agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatakan dan dipelihara oleh masyarakat, tentunya tidak terlepas dari peran Pemda dalam memberikan dukungan penguatan masyarakat maupun pendanaan. Apa yang menjadi harapan dan keinginan Kepala Balai BPPW NTB mendapat sambutan dan respon yang positif oleh Walikota Mataram. Dalam sambutannya, Akhyar Abduh juga menyampaikan rasa terima kasihnya karena Kementerian PUPR melalui Balai BPPW telah banyak membantu capaian pengurangan kumuh khususnya di Kota Mataram. SK Kumuh Walikota Mataram tahun 2015 dimana luasan kumuh yang ditetapkan sebanyak 803,39 Ha yang tersebar di 50 Kelurahan telah terjadi pengurangan yang signifikan. Dalam revisi SK Kumuh tahun 2020, Walikota telah menandatangani SK Kumuh Kota Mataram dimana sisa luasankumuhnya menjadi 112,60Ha yang tersebar di 20 Kelurahan. Tentunya pengurangan kumuh ini bisa terjadi karena adanya kolaborasi multi pihak.Walikota mencontohkan dengan apa yang telah dilakukan di Kelurahan Dasan Cermen, dana stimulan perbaikan lingkungan melalui Kotaku sebesar 1 Milyar hanya bisa digunakan untuk perbaikan saluran, sanitasi, pembangunan Jamban Keluarga dan rehab jalan lingkungan.Maka pada tahun ini juga telah dilakukan perbaikan rumah tidak layak huni melalui dana DAK yang disalurkan oleh Dinas Perkim Kota Mataram.


Tak lupa juga pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kapasitas masyarakat yang bersumber dari dan Kelurahan maupun dana Aspirasi Dewan yang mendukung penanganan kumuh, khususnya di lokasi yang tak bisa diintervensi melalui dana Kotaku. Disamping itu, dukungan Perusahan MultinasionalAstra yang melakukan pendampingan telah mewujudkan Keluarahan Dasan Cermen menjadiKampung Berseri, salah satunya dengan mewujudkan eduwisata sebagai sarana pendidikan dan wisata bagi warga sekitar. Begitu juga dengan munculnya kelompok peduli Koi Kotaku dengan Program Mataram City Naturenya yang secara sukarela melepas bibit ikan Koi yang mereka miliki untuk dilepas dan dilestarikan di saluran yang berada di sebelah Utara Kantor Lurah.Apa yang telah dicapai dalam menata lingkungan permukiman dan memberdayakan wargamasyarakatdi Kelurahan Dasan Cermen patut dijadikan contoh. TerlebihKelurahan ini baru saja memenangkan lomba Kampung Sehat yang digagas oleh Kapolda NTB, menjadi juara ke-II tingkat wilayah Polresta Mataram.


Tentunya selaras dengan apa yang disampaikan oleh Walikota Mataram, niscaya penaganan kumuh bisa tuntas tanpa adanya kolaborasi. Setelah menandatangani prasasti Destinasi Eduwisata Kelurahan Dasan Cermen, selanjutnya Walikota Mataram bersama Kepala Balai BPPW NTB, Kepala Dinas Perkim Kota Mataram dan Korkot Kotaku Mataram melakukan pelepasan ikan koi di saluran dengandifasilitasi oleh komunitas Koi Kotaku. Kegiatan ini menandai telah selesainya pembangunan infrastruktur melalui dana BPM Kotaku, karena secara progres pelaksanaan telah mencapai 99,80% dimana pekerjaaan yang tersisa hanya penghijauan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebelum dilakukan serah terima pekerjaan dari BKM kepada PPK. Dalam pengamatan dan tinjauan yang dilakukan oleh Walikota Mataram beserta rombongan, sekali lagi Walikota memberikan kesan positif dan apresiasi yang luar biasa khususnya kepad Lurah Dasan Cermen Henny Suyaseh dalam upaya membangun kelurahan dan mewujudkan cita cita warga menjadi Kelurahan Dasan Cermen Berseri.


Tentunya berbagai kolaborasi program yang masuk ke Dasan Cermen telah mengubah wajah Dasan Cermen menjadi keluarahan percontohan, maka tak salah Walikota Mataram menyebut Kelurahan Dasan Cermen menjadi Dasan Cermin, yang maksudnya menjadi cermin bagi keluarahan lainnya agar menjadi kawasan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Semoga saja....

Share:
Tags: