Search Here

Wali Kota Hadiri Peresmian Pesantren An-Nur Lapas Mataram

Wali Kota Hadiri Peresmian Pesantren An-Nur Lapas Mataram

Wali Kota Hadiri Peresmian Pesantren An-Nur Lapas Mataram

  • Diterbitkan Oleh: Admin
  • |
  • Pada: Apr 10, 2019

MATARAM – Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh menghadiri peresmian Pesantren An-Nur Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Mataram yang dilaksanakan pada Rabu (10/04/19) di aula Lapas Kelas IIA Mataram. Peresmian pesantren yang dihajatkan untuk para penghuni lapas tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI Dr. Sri Puguh Budi Utami, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H. Burhanul Islam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Barat beserta segenap jajarannya, jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan se-NTB termasuk Kepala Lapas Kelas IIA Mataram Tri Saptono Sambudji, serta segenap jajaran pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Mataram.

Disampaikan oleh Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI Dr. Sri Puguh Budi Utami, pihaknya mengapresiasi keberadaan pesantren yang berada di dalam Lapas. Baginya, hal tersebut sangat penting dan strategis mengingat pada tahun 2019 ini Kabinet Kerja dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo menekankan pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk bagi warga binaan yang berada di dalam lapas. Apalagi tidak lama lagi akan tiba Bulan Ramadhan, sehingga dirinya meminta agar para warga binaan dapat memanfaatkan keberadaan pesantren tersebut untuk dapat memperbaiki diri dari sisi keagamaan. “Manfaatkan kesempatan yang baik berada di tempat ini sehingga paling tidak dapat memperbaiki keagamaan”, pesannya.

Sementara itu disampaikan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Mataram Tri Saptono Sambudji, lapas yang berada tak jauh dari Kantor Wali Kota Mataram tersebut saat ini memiliki 964 warga binaan dan diakui bahwa saat ini tengah mengalami over kapasitas sampai dengan 300 persen. Dari keseluruhan jumlah warga binaan, 886 orang beragama Islam, 87 orang beragama Hindu, dan 25 orang lainnya adalah Nasrani. Selain pembinaan keagamaan dengan membuat pesantren untuk meningkatkan pembinaan keagamaan bagi warga binaan muslim, pihaknya juga akan meningkatkan pula pembinaan keagamaan bagi warga binaan Hindu dan Nasrani. “Ini adalah wujud dari revitalisasi pemasyarakatan. Warga binaan harus lebih baik pada saat keluar nanti”, ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, turut ditandatangani Nota Kesepahaman antara Lapas Kelas IIA Mataram dengan Pemerintah Kota Mataram terkait dengan pembinaan kepribadian bagi warga binaan pemasyarakatan atau dalam hal ini santri pesantren An-Nur Lapas Kelas IIA Mataram. Dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala Lapas dan Wali Kota Mataram tersebut, disepakati bahwa Pemerintah Kota mataram akan memberi bantuan berupa sarana dan prasarana dalam rangka proses belajar mengajar bagi para santri yang akan diberikan secara berkala sesuai dengan anggaran yang tersedia dari Pemerintah Kota Mataram.Dalam Nota Kesepahaman disepakati pula bahwa mata pelajaran yang akan diajarkan bagi warga binaan adalah Iqra’, Al Qur’an Hadist, Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Tahsinnul Qur’an, Ilmu Fiqih, Muhadorah, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris.

Ditemui usai acara, Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh menyatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi dan merasa bersyukur atas keberadaan program yang sangat penting berupa pesantren bagi warga binaan Lapas Mataram, yang dihajatkan untuk memberikan pembinaan yang lebih baik lagi bagi warga binaan baik dari sisi mental maupun kepribadian. Karena itu dirinya telah menegaskan komitmen melalui naskah kerjasama yang ditandatangani bersama Kepala Lapas dalam Nota Kesepahaman bahwa Pemerintah Kota Mataram akan memberikan dukungan berupa program maupun fasilitas pendukung lainnya untuk program kelanjutan Pesantren An-Nur. “Pemerintah Kota Mataram akan terus memberi dukungan, apalagi mengingat warga Mataram cukup banyak disini”, tutupnya. (ufi/bni-humas)

Share:
Tags: