Search Here

Serah Terima Dokumen Pengelolaan Garis Pantai Kota Mataram Sebagai Upaya Adaptasi dan Mitigasi Bencana Pantai dan Kenaikan Muka Air Laut

Serah Terima Dokumen Pengelolaan Garis Pantai Kota Mataram Sebagai Upaya Adaptasi dan Mitigasi Bencana Pantai dan Kenaikan Muka Air Laut

Serah Terima Dokumen Pengelolaan Garis Pantai Kota Mataram Sebagai Upaya Adaptasi dan Mitigasi Bencana Pantai dan Kenaikan Muka Air Laut

  • Diterbitkan Oleh: Bidang
  • |
  • Pada: Sep 07, 2021

Kota Mataram selain merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat, juga merupakan salah satu kota terpenting di kawasan Tengah Indonesia. Sejak zaman awal masehi Kota Mataram dan Provinsi NTB secara keseluruhan telah memegang peranan penting pada tata kehidupan masyarakat dan peradaban di kawasan ini (Wacana dkk, 1991). Di sisi lain, ancaman bencana yang juga merupakan satu diantara tantangan pembangunan di Indonesia memerlukan perhatian serius terutama untuk kawasan pantai yang semakin hari semakin rawan terhadap dampak kenaikan muka air laut yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Mataram secara historis telah tercatat menghadapi bencana erosi pantai yang masih menjadi masalah sampai saat ini. Berperan sebagai kota pesisir, masyarakat pesisir kota Mataram juga relatif memadati area pantai. Nelayan dan masyarakat pesisir lainnya tinggal relatif dekat dengan beberapa fasilitas vital kota Mataram seperti Terminal BBM, pembangkit listrik, dan tempat wisata. Erosi pantai yang terus berlangsung memaksa garis pantai untuk terus bergerak mundur sehingga relatif sangat dekat dengan rumah masyarakat. Permasalahan ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah kota Mataram, terlebih lagi perubahan iklim dapat memperburuk kondisi pantai yang tererosi. Selain itu, banjir rob juga tercatat telah menjadi bencana tahunan yang dialami oleh masyarakat pesisir yang juga terancam dapat diperparah oleh kenaikan muka air laut. Tergerak dari minimnya kajian dan dokumen terkait ancaman bencana pesisir yang diperparah oleh kenaikan muka air laut, maka dari itu diperlukan kombinasi keahlian dari praktisi pemerintahan, kademisi, Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dan masyarakat guna menghadapi tantangan yang akan terus berlangsung dalam bentuk dokumen bersama sehingga dapat dijalankan secara bersinergi dan holistik.


Pemerintah kota Mataram bekerjasama dengan TDMRC Universitas Syiah Kuala dan Fakultas Teknik Universitas Mataram telah melakukan kajian yang telah dituangkan ke dalam bentuk dokumen. Penyusunan dokumen ini bertujuan untuk mewujudkan aksi nyata dalam penanggulangan bencana akibat perubahan iklim beserta dampak yang ditimbulkannya. Hal ini Senada dengan tujuan utama sustainable Universitas Mataram telah melakukan kajian yang telah dituangkan ke dalam bentuk dokumen penyusunan dokumen ini bertujuan untuk mewujudkan aksi nyata dalam penanggulangan bencana akibat perubahan iklim beserta dampak yang ditimbulkannya hal ini Senada dengan tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs) dan Sendai Framework For Disaster Risk Reduction (SFDRR) 2015-2030. Proses panjang menghasilkan dokumen diawali dengan temuan dari kajian-kajian ilmiah yang berdasarkan pada analisis dampak dan ancaman banjir rob yang diperparah oleh kenaikan muka air laut. Selain aspek teknis, aspek sosial dan aspek pertumbuhan ekonomi juga dimunculkan dan dikaji melalui kajian kesiapsiagaan masyarakat pesisir dan ketahanan kota dalam menghadapi ancaman bahaya pesisir. Kajian ilmiah melalui simulasi numerik, survei lapangan dan beberapa kegiatan FGD (Focused Group Discussion) telah dapat merumuskan penilaian kapasitas kota dan rekomendasi dalam menghadapi ancaman bahaya pesisir.


Dari kajian tersebut dihasilkan rekomendasi pengelolaan wilayah pesisir, diantaranya berupa Penataan Garis Pantai baik berupa bangunan pelindung pantai detached breakwater, tanggul laut maupun patok pengamatan garis pantai. Rekomendasi lainnya adalah Penataan Kawasan Permukiman, Pengembangan Kawasan Pertumbuhan Ekonomi di Pantai dan Regulasi Penataan Kawasan Pantai


Penyerahan dokumen kajian yang sekaligus menandai berakhirnya proses pengkajian dilakukan oleh Dr. Syamsidik, ST., MSc peneliti pada Tsunami dan Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala Aceh kepada Sekretaris Daerah Kota Mataram Dr. Ir. Effendi Eko Saswito,MM di Mataram pada tanggal 2 Juli 2021 bertempat di Ruang Rapat Sekda Kota Mataram.


okumen lengkap dapat di unduh : http://web.mataramkota.go.id/storage/app/media/Dokumen/BUKU%20MATARAM%20FINAL.pdf


Share:
Tags: